Image and video hosting by TinyPic

Adegan Permerkosaan Film Bidadari Jakarta

Adegan Permerkosaan Film Bidadari Jakarta emang jadi daya tarik utama film terbaru garapan Linda Rahman ini. Ga’ heran kalo dimana-mana headline utama untuk berita artis ini adalah Poppy Bunga Diperkosa 2 Pria atau malah Popy Bunga Jadi PSK Pelacur.

Widiwhh, serem abiss.. Tapi yang pasti, buat yang pada protes dengan kemunculan Adegan Ranjang Hot di tontonan ini, tenang aja, banyak scene udah dibabat habis, sampai2 sang produser ngamuk ‘n mengancam demo..

Pemain utama film kontroversial ini awalnya dipilih Sheila Marcia. Sayang, saat itu, mantan tunangan Delano Ezar ini memasang tarif tinggi dan fasilitas mewah. So, Linda menolak dan mencoba mencari penggantinya. Beruntung, Shila ga’ jadi dikasi peran, karena beberapa saat kemudian muncul fakta Sheila Marcia Hamil dan Masuk Penjara Lagi.

Pacar Meidian Muladi Fasya ini sendiri dipilih karena punya wajah wanita Liar dan Polos, yang cocok berperan jadi PSK.

“Saat kita memutuskan memilih Popi Bunga, dulu belum begitu terkenal seperti sekarang. Dia punya karakter unik. Wajahnya bisa jadi liar dan cewek polos sekaligus,”

“Karena ini film tentang PSK dan kehidupan jalanan. Tadinya maunya kita gunakan PSK asli, tapi batal,”Kasus Perkosaan Pelacur Popy Bunga :

Mantan Kekasih Mandala Abadi Soji ini musti total dalam mendalami karakter Ulin. Demi profesionalitas, gadis kelahiran Jakarta ini belajar merokok sembunyi-sembunyi, bahkan dibelakang pengetahuan orang tuanya. Belajar ngomong kata-kata kasar yang biasa dipakai anak-anak jalanan, serta berkumpul bareng para Pekerja Seks Komersial buat memperdalam karakternya.

“Belajar ngerokok berat banget. Mama dan Papa aku juga nggak tahu, makanya mereka sempat kaget juga saat tahu aku merokok,”

“Aku juga belajar bilang kata-kata kasar, bilang me** dan ngen***. Pokoknya yang segala macam,”

“Untuk menjadi pelacur, melakukan observasi sangat terbatas waktunya,”

Temen deket Edwin Abeng ini juga sedikit berbagi soal adegan perkosaan yang dilakoninya sebagai tokoh Ulin. Akting nyeleneh dan kontroversial pun diakui jadi pengalaman tersendiri buat gadis 19 tahun ini.

“Tadi ada adegan aku diperkosa, aku diperkosa dua orang, aku ditarik-tarik, dan aku tendang dia. Dan akhirnya aku diperkosa dalam keadaan tidak sadar. Tapi peran aku membutuhkan mental harus kuat banget,”

“Setelah diperkosa aku memang mengalami gangguan mental dan akhirnya memutuskan menjadi pelacur.”

“Dalam film ini yang jelas aku bisa mengambil pelajaran. Aku pelajari jangan pernah mau jadi pelacur dan juga jangan sampai ada Ulin lagi yang lain,”

“Tapi aku mau totalitas, karena ini film pertama aku. Kebetulan aku ketemu langsung sama orang yang menjadi Ulin dan aku banyak cerita sama dia,”

“Yang pasti makasih ada kritikan karena kritikan itupun membangun supaya lebih baik lagi ke depannya, mudah-mudahan saja masyarakat bisa menerima itu karena kita juga masih belajar. Kalau saja ada kekurangan, menurut aku itu wajar, semoga next-nya lebih bagus,”
Sensor Film Bidadari Jakarta :

Lembaga Sensor Film memotong adegan dimana ada dialog yang mengeluarkan kata-kata kasar. Padahal, film ini ingin mengisahkan kondisi ibukota Indonesia yang sebenarnya tanpa membohongi penonton. Linda meminta LSF untuk tidak menutup mata dan tidak melihat Jakarta dari sisi bagusnya saja, tapi juga potret dari realita kehidupan anak jalanan Jakarta.

“Coba saja lihat dulu filmnya. Jadi kita malah dianggap ambil sisi jelek Jakarta. Padahal itu memang realita,”

“Kita mengangkat keseluruhan sisi sosial Jakarta. Mulai dari premanisme atau berebut lahan parkir. Peristiwa sodomi atau kehidupan para PSK. Itu yang kita angkat,”

“Pokoknya saya enggak mau tahu. Apa dulu alasannya. Lalu pihak badan sensor ada solusi, enggak? Kalau masuk akal, saya terima,”

“Enak banget main potong saja, karena maksudnya itu yang penting. Kalau enggak, saya demo satu tim produksi yang jumlahnya 500 orang,”

Penggarapan film ini diakui ikut didukung oleh Meutia Hatta dan juga Ryas Rasyid. Dukungan moral ini, menurut Linda, adalah bukti jika film yang mengangkat tema realita hidup ini memang layak untuk ditayangkan.

“Ini kan sebentar lagi mau launching di bulan Januari. Pihak bioskopnya sendiri minta cari solusi terbaik. Di Malaysia dan Singapura film ini di terima. Kenapa di sini malah ditolak”

“Bukan adegan seks yang dipermasalahkan, tapi adegan yang menggunakan kata-kata yang dianggap terlalu kasar. Itu yang dianggap tidak layak tayang,”

“Memang di dalam film Bidadari Jakarta ini ada adegan pemerkosaan, tapi tidak ditampilkan secara vulgar. Yang saya jual bukan adegannya, tapi cerita yang nyata,”

Artis lawan main Keith Foo juga mengaku kecewa dan kurang puas karena banyak potongan adegan yang disensor oleh LSF. Padahal, film arahan sutradara Nanang Istiabudi ini bisa jadi film yang banyak sisi positifnya.

“Jujur aku nggak puas, karena banyak adegan yang dipotong, yang menurut kita bagus kok nggak ada sih. Hampir satu setengah jam lah.”

“Mungkin karena film ini lebih menonjolkan segi positifnya saja seperti jangan pakai narkoba, seks bebas, jadi love scene-nya nggak ada,”

Buat yang penasaran, jangan ketinggalan nonton Film bioskop Bidadari Jakarta, yang launching tanggal 7 Januari 2010. Hmm, soal wacana Bidadari Jakarta Dicekal apa engga’, mending tunggu tanggal maennya dee.
www.oktavita.com

Artikel Yang Berhubungan !!



 
Sumber Informasi Copyright © 2009 Blogger Template Designed by Bie Blogger Template